Kecewa Hasil CPNS, Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom Dibakar Massa

TIFACENDERAWASIH.com, KEEROM- Kantor Dinas Tenaga Kerja kabupaten Keerom Kamis Sore di rusak dan di bakar oleh massa yang tidak puas dengan Hasil tes CPNS 2019.
Peristiwa pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja itu terjadi sekitar pukul 15.30 hingga pukul 17.00 wit pada hari Kamis (01/09/20).

Menurut informasi yang diperoleh dari seorang tokoh adat asal Keerom, Agustinus Povay yang juga menjabat sebaga Sekretaris Dewan Adat Keerom, kepada media ini menuturkan bahwa, Pembakaran terjadi sekitar pukul 3.30 wit, massa mulai berdatangan ke kantor Disnaker Keerom.

Pembakaran ini terjadi disebabkan oleh Hasil tes CPNS yang di nilai tidak menitik beratkan pada anak asli Keerom, serta sangat mengecewakan. Bukan saja para peserta tes anak asli Keerom yang merasakan ketidak adilan ini, jujur saya sendiri sangat kecewa setelah mendengar informasi Hasil tes CPNS ini,” beber Agus kepada awak media ini.

Lanjut Agus, aksi pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja sore tadi adalah bentuk pelampiasan kekecewaan dan penyesalan para Peserta tes, khususnya Anak asli Keerom.

“Saya kira mereka melakukan aksi ini karena mereka telah menunggu lama dengan harapan nama-nama mereka akan disebutkan dan ada dalam daftar kelulusan Hasil tes CPNS ketika diumumkan nanti. Ternyata tidak demikian seperti yang mereka harapkan, makanya mereka ngamuk dan marah,” ujar Agustinus.

Kekecewaan datang juga dari salah seorang mahasiswa asal kabupaten Keerom berinisial (L), saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya, dirinya ikut menyesalkan pengumuman Hasil tes CPNS yang tidak mempioritaskan Putra Putri Keerom.

Baginya dengan hasil CPNS yang ada, yang tidak memihak pada Anak asli Keerom adalah bentuk pelecehan terhadap generasi yang ingin maju dan bersaing,” Hasil ini jelas membuktikan ketidakbecusan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia Keerom yang lebih baik, serta hanya akan semakin menyudutkan dan melemahkan semangat saing para Putra Putri Keerom yang ingin mengasah kemampuan di bidang pemerintahan,” katanya.

Dirinya kembali mempertanyakan tentang implementasi UU 21 tahun 2001.

Apakah realitanya telah sejalan dengan keinginan dan harapan anak negeri atau tidak, ini mesti dievaluasi kembali karena banyak sekali terjadi ketimpangan-ketimpangan didalam penerapannya, ” Fakta kecil yang kita lihat tadi sore. Ini tidak seharusnya terjadi, alasan apapun itu tetap tidak. Saya mau katakan bahwa utamakan para pencari kerja orang asli Keerom yang telah memenuhi kriteria, selebihnya baru saudara kita yang bukan orang asli Keerom, “ungkapnya.

(NDO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here