WGAB Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan Keerom, Ini Alasannya

TIFACENDERAWASIH.com, Keerom – Menyikapi banyak persoalan yang tidak mampu di atasi oleh kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kerom, hal ini mengudang reaksi keras dari masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Jayapura, kususnya di Kabupaten Keerom.

Kepada Media ini, (24/09) Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yerry Basri Mak, SH Mengatakan, bahwa pihaknya telah melihat dari banyak kasus dugaan korupsi di pemerintahan kabupaten Keerom, terutama di Dinas kesehatan Keerom, sehingga pada beberapa bulan terakhir ini masyarakat dan ASN dilingkugan Pemda keerom dan juga beberapa aliansi LSM yang telah melakukan demo di kantor bupati Keerom untuk menuntut Kepala dinas Kesehatan Keerom agar segerah mudur dari jabatannya.

“Hal tersebut terjadi karena persoalan tenaga kesehatan untuk saat ini dan sebenarnya sudah sejak tahun 2017-2018 dimana dua tahun tersebut insentif tenaga kesehatan belum dibayarkan, kemudian juga insentif Covid-19 dari tenaga kesehatan juga mengalami hal yang sama, “ungkap Yerry.

“Termasuk pemalangan kantor Dinkes ini masih satu mata rantai dengan belum dibayarnya hak-hak dari para pelayan kesehatan. Maka itu, Pelayanan hanya dapat kita temukan di Arso sedangkan di wilyah Waris, Senggi dan juga Web yang merupakan wilayah jauh untuk pelayananya tidak berjalan dengan baik, Padahal wilayah-wilayah tersebut masuk dalam program afirmasi Presiden Joko Widodo yang mengucurkan anggaran sebesar 15 Miliar rupiah yang di duga pengelolaannya tidak diberikan kewenangan kepihak puskesmas dan RSUD, namun diduga kepala dinas kesehatan Keerom sendiri yang menangani anggaran tersebut, “kata Yerri.

Selain itu, masalah pelayanan selalu menggunakan Covid -19 sebagai alasan tapi sampai dengan saat ini tim Covid -19 bubar secara diam – diam, sehingga persoalan mengenai rapid tes di Kabupaten Keerom, dimana semuanya diarahkan ke apotik milik kepala dinas. Disini bisa kita lihat sendiri bahwa fasilitas umum digunakan kepala dinas untuk kepentingan pribadinya, “ungkapnya.

lanjut Yerri, “hal tersebut mengundang pihak ASN dilingkugan dinas kesehatan Keerom melakukan pemalangan kantor dinas kesehatan Keerom sampai dengan berapa pekan ini, dengan catatan bahwa palang bisa dibuka yang penting tuntutan mereka di penuhi, dimana Bupati Keerom segerah mencopot atau segerah mengganti Kepala dinas kesehatan Keerom.

“Saya sebagai ketua LSM WGAB Provinsi Papua prihatin melihat kasus kasus pemalangan dan demo yang dilakukan ASN dinas kesehatan dan juga parah perawat. Maka itu, demi kepentingan Masyarakat, saya meminta kepada Bupati Kabupaten Keerom agar segerah mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kerom, dr. Roni Situmorang , Agar Pelayanan Publik dalam bidang kesehatan bisa terlaksana dengan baik di kabupaten Keerom, “tandas Yeri Basri Mak. SH.

(RK-red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here