Prihatin Atas Sikap Arogansi Oknum Polisi Terhadap Seorang Penasehat Hukum, Yan C. Warinussy Angkat Bicara

TIFACENDERAWASIH.com, MANOKWARI – Menyikapi sikap arogan dari oknum anggota Polisi yang bertugas di Polda Papua Barat terhadap Koordinator Tim Penasehat Hukum Terdakwa Frans Aisnak dan Pontous Wakom, tentunya hal tersebut di tanggapi Yan Christian Warinussy. SH.

Menurut Yan C. Warinussy bahwa, oknum anggota yang dimaksud cenderung menghalang-halangi kinerja dari penasehat hukum terdakwa.

“Sebagai Koordinator Tim Penasehat Hukum Terdakwa Frans Aisnak dan Pontius Wakom, saya menyampaikan keprihatinan atas sikap dan perilaku arogan dari oknum anggota polisi Ipda. Andi Sudirman, Perwira Pst. Jan Kanit pada Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit.Tahti) Polda Papua Barat, “ungkap Yan.

Yan menilai hal ini dikarenakan yang bersangkutan diduga menghalang-halangi tugas dari para Advokat.

“Karena yang bersangkutan kami nilai cenderung telah menghalang-halangi para advokat dari Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari yang telah memperoleh ijin besuk bagi kedua klien kami untuk kepentingan pembelaan perkaranya di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, “terangnya.

Yan manambahkan bahwa Pasal 69 UU RI No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyebutkan, “Penasihat Hukum berhak menghubungi tersangka sejak saat ditangkap atau ditahan pada semua tingkat pemeriksaan menurut tata cara yang ditentukan dalam undang undang ini, “tambahnya.

“Bahkan di dalam pasal 70 ayat (1) KUHAP disebutkan, “Penasihat Hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 berhak menghubungi dan berbicara dengan tersangka pada setiap tingkat pemeriksaan dan setiap waktu untuk kepentingan pembelaan perkaranya, “lanjutnya.

“Artinya, Sebagai Penasihat Hukum dari terdakwa Frans Aisnak dan Terdakwa Pontius Wakom yang saat ini di didakwa terlibat peristiwa pembunuhan anggota Brimob di camp PT. Wana Galang Utama di Distrik Muskona Barat-Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu 15 April 2020 sekitar jam 02:00 wit, sehingga untuk kepentingan pembelaan kami kepada kedua terdakwa yang kini menjalani tahanan sementara di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Papua Barat itulah, maka Advokat Thresje Juliantty Gasperzs bersama Advokat Karel Sineri didampingi asisten Bruce Labobar datang pada Rabu, (16/09) ke Rutan Polda PB dengan berbekal surat ijin besuk dari Ketua Majelis Hakim perkara kedua terdakwa sesuai amanat pasal 69, pasal 70 dan pasal 55 KUHAP, “ucap Warinussy

“Akan tetapi oknum perwira Ipda. Andi Sudirman tersebut justru “membatasi” dengan meminta kedua advokat LP3BH hanya bisa berkomunikasi melalui telpon dengan kedua terdakwa yang tentu sangat tidak sesuai dengan langkah pembelaan kami, “ungkap Warinusi.

“Dan sesuai laporan dari kedua advokat LP3BH bahwa, oknum Ipda. Andi Sudirman beralasan bahwa, karena situasi Covid-19, maka kedua advokat LP3BH tidak bisa bertemu langsung dengan kliennya, padahal saat tersebut justru kedua advokat dan asisten kami memakai masker, sedangkan oknum Ipda. Andi Sudirman bersama 2 (dua) anggotanya tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) apapun, termasuk kedua tahanan yang adalah klien kami yaitu Frans Aisnak dan Pontius Wakom, “katanya.

“Untuk itu, kami berpikir untuk mengambil langkah hukum terhadap sikap dan perilaku oknum Polisi Ipda. Andi Sudirman tersebut yang kami percaya bukan merupakan bagian dari perintah atasannya sendiri, “tutup Warinussy.

Pewarta: Richard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here