Yan C Warinussy : Kami Menghargai Putusan Hakim Tunggal Praperadilan

TIFACENDERAWASIH.com, MANOKWARI – Hakim Tunggal Praperadilan Pengadilan Negeri Manokwari, Rodesman Aryanto menyatakan tidak dapat menerima permohonan praperadilan dari Nyonya Hj.Ida Centya Adam terhadap Kapolda Papua Barat hari ini, Selasa (15/9) di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari.

Rodesman bersandar pada rumusan pasal 77 dari UU RI No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Yaitu dinyatakan bahwa objek praperadilan terdiri dari hal mengenai sah atau tidaknya penangkapan dan atau penahanan. Juga soal sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan. Serta soal ganti kerugian atau rehabilitasi, yang kesemuanya diajukan oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atas kuasanya. Kemudian juga perluasan objek praperadilan sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014, tanggal 28 Oktober 2014.

Warinussy mengatakan bahwa objek praperadilan adalah soal penetapan tersangka. “Obyek praperadilan adalah penetapan tersangka.Sedangkan pokok permohonan pemohon adalah soal adanya tindakan penyidik Polda Papua Barat yang tidak menjalankan amanat pasal 109 ayat (1) KUHAP yang dipertegas melalui Putusan Mahkamah Konstutisi Nomor 140/PUU-XIII/2015, tanggal 11 Januari 2017,”paparnya.

“Hal ini sesungguhnya tidak dipertimbangkan oleh hakim tunggal praperadilan Rodesman sesuai fakta pembuktian di persidangan praperadilan yang nyata terbukti,yaitu bahwa penyidik Polda PB sesungguhnya melanggar ketentuan pasal 109 ayat (1) KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi RI No.130/PUU-XIII/2015 tersebut,”terang Yan.

Lanjut Warinussy,Namun demikian kami selaku kuasa hukum Hj.Ida Centya Adam menghormati putusan Hakim Tunggal Praperadilan tersebut,”lanjutnya.

“Dan kami akan mengambil langkah lebih lanjut secara hukum,demi melindungi hak dan kepentingan hukum klien kami tersebut,”pungkasnya.

Pewarta : Richard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here