AFU : Lawan Kotak Kosong Restu Dari Tuhan, Sehingga tidak Ada Konflik Yang Berkepanjangan

TIFACENDERAWASIH.com, Raja Ampat – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat 2020-2024, Abdul Faris Umlati SE. ( AFU) dan Orideko Iriano Burdam S.IP.M.Ec.Dev. ( ORI ), berharap dapat mewujudkan Raja Ampat yang aman dan damai. Oleh sebab itu, jika ada pihak lain yang tidak menginginkan ada kedamaian di negeri para raja ini, dia bukanlah orang Raja Ampat, “kata AFU.

Hal ini dikatakan saat memberikan sambutan pada Deklarasi calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat 2020-2024, Abdul Faris Umlati SE. dan Orideko Iriano Burdam S.IP,M.Ec.Dev ( AFU-ORI ), di halaman Caffée Raja Waisai. Sabtu, (05/09).

Untuk menciptakan kedamaian di Raja Ampat, AFU telah melalui suatu pergumulan panjang dan atas restu Tuhan, telah mendapatkan dukungan 12 partai politik, sehingga diperkirakan akan melawan kotak kosong dalam Pilkada Serentak. Rabu, 20 September 2020.

Alasan melawan kotak kosong ini menurut AFU, agar tidak ada lawan politik dalam Pilkada Raja Ampat 2020, sehingga nantinya tidak memberi dampak terjadinya pengotakan kelompok-kelompok,  baik sebelum Pilkada berlangsung, ditengah perhelatan Pilkada, bahkan setelah selesai Pilkada. Seperti yang terjadi selama berdirinya kabupaten Raja Ampat, sejak tahun 2003.

Dari pengalamanya menjadi peserta pada Pilkada selama dua kali berturut-turut, tahun 2010 dan 2015, AFU sendiri menyaksikan bagaimana masyarakat di kampung-kampung  tercerai berai dan terjadi konflik antar keluarga yang berkepanjangan akibat Pilkada.

Oleh sebab itu, pada peluang terakhir maju lagi sebagai bakal calon Bupati pada periode 2020-2024, dan jika atas restu Tuhan, terpilih kembali menjadi Bupati, AFU tidak menginginkan terjadi kelompok-kelompok dan konflik yang berkepanjangan akibat Pilkada, karena yang dilawan adalah kotak kosong, tidak ada manusia di dalamnya yang terlibat secara emosional.

Dengan tidak adanya lawan dan juga tidak ada konflik berkepanjangan, pembangunan di Raja Ampat dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik, apalagi Raja Ampat merupakan destinasi wisata, maka perlu Raja Ampat yang damai untuk menunjang pariwisata berlangsung dengan baik.

Lahir dari darah biru keturunan Raja di kabupaten Raja Ampat, AFU sangat tahu bahwa masyarakat Raja Ampat sejak dahulu kala hingga sekarang masih tetap konsisten berpegang pada kebersamaan, asas kekeluargaan dan budaya hidup rukun yang telah ditanam di negeri para raja ini.

Menurut AFU, Sebagai Bupati  2015-2020, dan maju kembali menjadi bakal calon Bupati 2020-2024 dia harus memberi pelajaran yang baik dan positif kepada masyarakat Raja Ampat, bahwa kita tidak perlu harus gontok-gontokan, atapun harus berkelompok kelompok dan saling menjatuhkan.

Sebagai orang yang berbudaya tinggi, berdasarkan tradisi yang ada, marilah kita menghargai bahwa pesta demokrasi yang ada di Raja Ampat melawan kotak kosong adalah sesuatu yang perlu dibanggakan, bahwa hari ini kita mendapat pelajaran baru dan dapat memberikan contoh kepada daerah lain bahwa orang Raja Ampat mencintai kedamaian.

“Masyarakat Raja Ampat sejak dahulu hidup saling menghargai satu dengan yang lain, menghargai kekeluargaan, kekerabatan dan nilai-nilai luhur serta hidup berdampingan secara damai, orang Raja Ampat adalah orang cinta damai, orang yang tidak cinta damai bukanlah orang Raja Ampat, “katanya“

Pasangan AFU –ORI adalah pasangan yang datang membawa damai, membawa kedamaian di tengah-tengah masyarakat, “Tegas AFU.

Reporter: Jefri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here