John NR Gobay: Pengembangan SMK sebagai Inkubator Bisnis di Papua

TIFACENDERAWASIH.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bumi Cenderawasih, disesuaikan dengan potensi daerah setempat.

Kepada Tifa Cenderawasih Jum’at (04/09) John NR Gobay mengatakan, pengembangan SMK sesuai potensi daerah akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dimana para siswa yang telah lulus SMK, dapat langsung mempraktekkan ilmu yang diterima itu, kedalam lingkungan kerja.

Terkait Inkubator bisnis, menurut John Gobay, bahwa lembaga atau perusahaan yang bisa berasal dari berbagai sektor dengan tujuan membuat sebuah program untuk pengusaha pemula dan khusus didesain membina perusahaan dalam mempercepat pengembangan bisnisnya. Inkubator bisnis adalah program bantuan yang diberikan kepada entrepreneur dalam tahap awal yang mana mencakup konsep bisnis, model bisnis, dan pembuatan produk awal.

“Cara kerja inkubator bisnis dalam mempercepat keberhasilan usaha diterapkan melalui suatu program yang didukung oleh kemitraan dan elemen bisnis lainnya. Elemen-elemen tersebut mencakup permodalan, fasilitas kerja, pelatihan, bimbingan, dan sebagainya.

‘Berbagai elemen dan dukungan tersebut dilakukan demi mengarahkan perusahaan berskala kecil, atau dikenal dengan sebutan tenant, untuk dapat memiliki organisasi dan manajemen keuangan yang lebih terarah sehingga dapat meraih profit secara lebih cepat dan diharapkan dapat berdiri secara berkelanjutan.

seperti yang di lansir https://www.wartaekonomi.co.id/read219041/apa-itu-inkubator-bisnis tujuan Inkubator bisnis berikut ini. Membuka peluang pengembangan potensi usaha kecil dan menengah. Komersialisasi usaha kecil dan hasil riset. Menopang pendanaan bagi usaha rintisan.

Lanjut John, “Dalam rangka pengembangan incubator bisnis maka, SMK dapat membangun industri dalam sekolah agar siswa dapat langsung praktek dan sekolah dapat langsung produksi, agar Siswa SMK diajarkan untuk dapat memproduksi produk tertentu sesuai dengan potensi daerah di Papua, misalnya di daerah Maritim diharapkan siswa dapat mempunyai usaha rumput laut atau garam atau pengolahan ikan selanjutnya dapat dibuat juga rumahnya atau di tempat tertentu sebagai sumber pendapatan siswa dan lapangan kerja bagi orang lain.

“SMK juga diharapkan dapat menjadi tempat blajar bagi masyarakat umum yang telah mempunyai usaha agar mereka diajarkan pengetahuan untuk mengembangkan usahanya.

“Dengan Pengambangan SMK sebagai Inkubator bisnis maka Lulusan SMK diberikan juga pendidikan tentang bagaimana mengelola usaha termasuk pengelolaan keuangan dan pengetahuan tentang Pemasaran.

John Gobay berharap agar lulusan SMK akhirnya akan menjadi pihak yang dapat meniciptakan lapangan kerja bukan menjadi orang yang jalan mencari pekerjaan.

“Dalam pengembangannya diharapkan Pemerintah Daerah dapat menyiapkan anggaran sebagai sumber modal pengembangan usaha dalam program SMK sebagai Inkubator Bisnis sesuai dengan tujuan incubator bisnis yaitu tujuan Inkubator bisnis berikut ini. Membuka peluang pengembangan potensi usaha kecil dan menengah.Komersialisasi usaha kecil dan hasil riset. Menopang pendanaan bagi usaha rintisan.

Sebagai contoh saat Pandemi Covid 19, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan, sudah ada empat SMK yang sudah melakukan sesuatu seperti membuat masker, Hand Sanitizer, Westafel Portabel, dan bahan habis pakai Di Timika juga beberapa lainnya.

“Seperti Di Nabire Hand Sanitizer yang mereka buat saya suruh sumbangkan kepada Gugus Tugas Covid-19 yang ada disana, dan juga hari ini Di Merauke mereka sedang mendesain alat pencuci tangan,”jelasnya.

Christian menyakini bahwa semua SMK Di Papua bisa dan sanggup berbuat sesuatu untuk menolong atau membantu Pemerintah Daerah
Yanus Kuayo, Kabid SMK Dinas Pendidikan Papua mengatakan kami sdh produksi garam di SMK Negeri 3 Kota Jayapura, ke depan bisa menguasai pasar di papua, jd tdk perlu ada impor garam ke papua, bahkan kwalitas kalahkan garam di bali.

Dinas Pendidikan Papua melalui Kabid SMK Disdik Papua Yanus Kuwaiyo di Jayapura, Senin, mengemukakan pada 2017 Gubernur Lukas Enembe diwakili Wagub Klemen Tinal meluncurkan pengembangan SMK di daerah itu menjadi berbasis wilayah adat.

Untuk itu dengan adanya upaya pengembangan SMK sebagai Inkubator Bisnis maka akan berkembang Usaha Usaha kecil di Papua yang dikembangkan oleh lulusan SMK di Papua. Untuk itu, diperlukan adanya dukungan sarana dan Prasarana yang memadai di SMK dan semoga kedepan diperkuat dengan adanya Peraturan Gubernur Papua.

(RK/TC-Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here