Tega…! Sebelum Habisi Nyawa Istri, Pelaku Sekap Mertua dan Anak Kandung Didalam Kamar

TIFACENDERAWASIH.com, Timika – Kasus Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Tanah Air Kerap terjadi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia (MD).

Hal serupa di alami Korban bernama Florida Letsoin (35) Warga Kelurahan Kamoro Jaya, SP I, Timika. Seorang Ibu rumah tangga yang di ketahui telah di aniaya suaminya sendiri hingga tewas. Diketahui sebelum menghabisi nyawa korban, Pelaku menyekap Ibu kandung dan anak korban di dalam kamar.

Seperti yang di lansir oleh salah satu media Nasional MITRAPOL.com peristiwa penemuan mayat tersebut di Kelurahan Kamoro Jaya, SP -1, Timika bernama Florida Letsoin (36). Korban diketahui adalah istri dari Kepala Kelurahan Kamoro Jaya, Timika berinisial SR.

Florida ditemukan tak bernyawa tepat dibawah sebuah pohon nangka yang berada di halaman belakang rumahnya, di Jalan Sadang, Kompleks Swakasra, Kamoro Jaya, SP -1 pada Senin (24/8/20) sekitar 02:00 WIT.

Tak hanya menyandang status sebagai ibu rumah tangga, Florida juga merupakan Ibu Lurah di Kamoro Jaya, Florida juga bekerja sebagai ASN dan menjabat sebagai salah satu Kepala Seksie (Kasie) pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mimika.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga Florida, Kondisi jasad korban saat ditemukan dalam posisi sedang berlutut dan lehernya dililit tali.

Atas kematian tak wajar itu, pihak keluarga menduga kuat bahwa Wanita berumur 36 tahun tersebut dibunuh oleh Suaminya sendiri berinisial SR.

Pada Senin, (24/8) siang, keluarga korban didampingi kuasa Hukumnya telah melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib dan kasus tersebut telah di tangani Kepolisian Resort (Polres) Mimika.

Sementara diduga pelaku SR yang merupakan suami dari Florida diketahui telah mengamankan dirinya di Mapolres Mimika.

Kuasa hukum keluarga. Valentinus Ulahaijanan, SH bersama Yosep Temorubun, SH menyampaikan, bahwa sebelum ditemukan meninggal, Florida diketahui terlibat pertengkaran hebat dengan suaminya (SR).

Ironisnya, pertengkaran hebat itu terjadi di hadapan sang anak kandung yang masih belia dan disaksikan oleh Ibu kandung dari almarhumah Florida bernama Leonora Letsoin.

“Jadi, pada hari Jumat (21/8/20), Korban dengan suaminya (SR) bertengkar kemudian pisah rumah selanjutnya Pada hari Minggu (23/8) sekitar pukul 22:00 WIT suami korban kembali ke rumah dan bertengkar lagi. SR saat itu mengancam Ibu kandung korban dan disuruh masuk kedalam kamar dan tidak boleh keluar, ” ungkap kuasa Hukum keluarga korban Valentinus Ulahaijanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Polres Mimika, Senin, (25/8/20).

berdasarkan penjelasan dari sang Ibu kandung Florida bahwa, saat pertengkaran hebat berlangsung, dirinya mendengar teriakan minta tolong dari anak semata wayangnya itu. Namun karena ketakutan diancam SR sehingga Leonora tak bisa keluar kamar untuk membantu anaknya

“Selang satu jam kemudian petugas kepolisian tiba dan mengetuk pintu. Namun sang Ibu kandung meyakini anak semata wayangnya sudah tiada,” pungkas valentinus

Kepada Wartawan, Leonora Letsoin sebagai Ibu kandung menambahkan, semasa hidup bersama. dirinya menyaksikan bahwa SR sudah sering melakukan penganiayaan terhadap sang anak semata wayangnya itu.

Bahkan Leonora menyebutkan, bersama cucunya, ia juga menyaksikan pertengkaran terakhir yang menyebabkan hilang nyawa Florida.

“Dia (SR-red) sering menganiaya Istrinya dengan cara memukul kepala, cekik leher korban, bahkan sering ancam dan bilang saya akan bunuh,” tutur Leonora kepada Wartawan.

Ditempat yang sama, rekanan kuasa hukum lainya yakni Yosep Temorubun, SH justru menyesalkan proses olah TKP pengambilan mayat oleh pihak berwajib.

Pasalnya, berdasarkan penuturan dari Leonora yang merupakan ibu kandung Florida, bahwa Ia dilarang petugas kepolisian untuk mendekat dan menyaksikan olah TKP pengambilan mayat anak kandungnya tersebut.

Menurutnya, pada saat itu tak ada satupun keluarga dari Florida Letsoin maupun ketua RT setempat yang dilibatkan dalam proses olah TKP pengambilan jasad Florida.

“Kami sesali dan sangat menyayangkan bagi petugas kepolisian saat olah TKP pengambilan mayat Kenapa keluarga dilarang ikut menyaksikan pengambilan mayat, termasuk Ibu Kandungnya. Padahal pada saat itu ibu kandungnya harus dilibatkan untuk melihat proses evakuasi korban, Tapi keterangan dari Ibunya dia dilarang, ini tidak boleh dan sangat disayangkan, “ungkap Yosep.

Dirinya kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan melaporkan ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terhadap oknum petugas kepolisian yang melakukan olah TKP pengambilan mayat tanpa melibatkan pihak keluarga korban tersebut.

“Kalau memang pihak keluarga tidak dilibatkan paling tidak ketua RT/RW setempat dihadirkan untuk menyaksikan, sehingga olah TKP pengambilan mayatnya jelas, “Tapi ini tidak”. kita akan laporkan ke Propam hal ini,” tutupnya.

Saat di konfirmasi terkait kasus tersebut oleh Wartawan melalui Via Whatsapp, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto pada Senin, (24/8/20) sekitar pukul 21: 55Wit namun hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan balik.

Almarhumah Florida Letsoin diketahui meninggalkan 3 orang anak dalam perinakahannya dengan yang di duga pelaku Suaminya sendiri ( SR) diantaranya, 2 (dua) orang anak Laki-Laki dan seorang Perempuan. (AQR)

[RK-Red TC]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here