Sistim Manajemen Anti Suap di SKK MIGAS

Sorong – Sosialisasi Hulu Migas Wilayah Papua-Maluku yang dilaksanakan secara virtual terlaksana dengan baik(17/07).

Berbagai nara sumber turut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi virtual kali ini,baik dari SKK MIGAS Wil PAMALU,KKKS Papua-Maluku,Lembaga Pers Dr Soetomo,serta berbagai nara sumber lainnya.

Selain LPDS,SKK MIGAS Wil Pamalu juga menggandeng Kontraktor BP Indonesia,Inpex Masela Ltd,Petrogas Basin Ltd,Genting Oil Kasuri Ltd serta Pertamina EP Aset 4 Field Papua.
Berbagai pemaparan disampaikan oleh berbagai narasumber.
A Rinto Pudyantoro,selaku Kepala Perwakilan SKK MIGAS Pamalu mamaparkan terkait dengan kegiatan hulu migas secara umum.
“Dua kegiatan utama yang dilaksanakan atau dikerjakan oleh SKK MIGAS,yang pertama melakukan eksplorasi atau mencari dan menemukan dan yang kedua adalah mengangkat minyak ke permukaan (eksploitasi),”terangnya.

Pada kesempatan tersebut juga beliau menyampaikan kepada rekan-rekan jurnalis agar dapat memahami kinerja dari SKK MIGAS,sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat lewat pemberitaan.

A Rinto Pudyantoro menambahkan bahwasannya SKK MIGAS juga menerapkan sistem SMAP.
“Sistim Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) kita terapkan juga di SKK MIGAS Wil Pamalu,sistim ini untuk mencegah terjadinya penyuapan dan juga sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian industri hulu migas,SMAP juga telah telah mendapat akreditasi SNI ISO 37001,”tambah Rinto.

“Dan sistim SMAP ini berlaku untuk manajemen,pegawai,tenaga ahli daya yang bekerja di SKK MIGAS,termasuk suami/isteri dan keluarganya,”lanjutnya.

Beliau menambahkan bahwa di SKK MIGAS juga menerapkan Pedoman Etika dan Prinsip Nos 4.
“Kita juga menerapkan Pedoman Etika dan Prinsip Nos 4,No Bribery,No Kickback,No Gift dan No Luxurious Hospitality,”tambah Rianto.

“Hal ini tertuang didalam Surat Keputusan Kepala SKK MIGAS Nomor : KEP-0011/SKKMA0000/2018/SO Tanggal 14 Februari 2018 tentang Sistim Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)di SKK MIGAS,”terangnya.

Narasumber berikutnya,Direktur Eksekutif Lembaga Pers DR Soetomo,Hendrayana SH MH dalam kesempatan tersebut memaparkan terkait dengan hukum pers dan pentingnya legalitas perusahan pers.

Kegiatan web seminar yang dilaksanakan secara daring lewati piranti zoom dimulai pada pukul 16:00 dan berakhir pada pukul 21:00 yang diikuti oleh 111 Peserta,yang terdiri dari Jurnalis Maluku dan Papua Barat , mahasiswa Universitas Papua,Mahasiswa Bula di Ambon yang tergabung dalam Oil & Gas Club (OGC) di Migas Centre yang ada.

Reporter : Richard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here