Coffe Morning Kebangsaan Sambut HUT RI ke – 75

Jayapura – Coffee Morning Kebangsaan Menyambut HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 yang dikoordinir oleh Kabidkum Polda Papua Kombes Pol. Guntur Agung Supono S.IK, M.Si dan diikuti kurang lebih 100 orang, Jum’at (17/07) di Room The Bistro lt. 11 Hotel Aston Jayapura Jl. Percetakan Negara Distrik Jayapura Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut,
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kabinda Papua Brigjen Tni Abdul Haris Napoleon, Danlanud Silas Papare MARSMA TNI AU PNB Budhi Achmadi, M. Sc, Danlantamal X Jayapura Brigjen (Mar) TNI Nuri Andrianis Jatmika, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Papua Heru Pramono, SH, M.Hum, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua NIKOLAUS KODOMO, SH, M.Hum, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, SE, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia Laos Dc Rumayom, Kasrem 172/PWY Kolonel Inf. Achmad Fauzi, S.IP, MM, Asops Kasdam XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf. Murbianto Adhi Wibowo, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH, Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Taufik Irpan Awaludin, S.IK, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, M.Pd, Kapolres Jayapura AKBP Victor D. Mackbon, SH, SIK, MH, M.Si, Asisten II Bidang Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs. Muhammad Musaad, M.Si, Ketua MUI Provinsi Papua KH. Siful Islam Al Payage, Ketua Klasis GKI di Tanah Papua Pdt. Hein Carlos Mano, Ketua PGGP di Tanah Papua Pdt. M.P.A Mauri, S.Th, Kepala Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey, Ketua PWKI Provinsi Papua / Anggota MRP Pokja Agama Dorince Menhue, Ketua Dpd Gamki Provinsi Papua Jhoni Naa, Ketua Umum Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo, SH, MH, Ketua HMI Jayapura Abdul Gafur Kabepesina, Wakil Ketua GKI di Tanah Papua Pdt, HISKIA ROLLO, S,Th, Wakil Ketua Majelis Budayana Provinsi Papua Ponco S. Winata, Koordinator Spirit of Papua Mikael John Yerisitouw, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jayapura Rafael Viktor Tibul, Aktivis Lapago / Pegiat Media Sosial JHON PURUN.

Kegiatan dimulai dengan Doa yang dipimpin oleh Ketua PGGP di Tanah Papua Pdt. M.P.A MAURI, S.Th dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam Sambutannya, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, dalam kesempatannya mengatakan, bahwa Coffe Morning kali ini agak berbeda dari sebelumnya karena kontekstualnya kali ini kita sebagai anak bangsa dan sebagai generasi penerus bangsa yang saat ini sedang duduk bersama dan terus akan menghadapi kehidupan-kehidupan ke depan kita patut juga merefleksikan diri secara jujur karena kita bisa hadir saat ini.

Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk menyampaikan pandangan pendapat sesuai dengan kapasitas kita masing-masing seperti apa rasanya sebagai generasi yang saat ini hidup di tahun Ke – 75 kemerdekaan Republik Indonesia adakah sesuatu yang mungkin dirasakan masih belum baik dalam tantangan hidup kita, atau sudah cukup baik, ataukah sudah sangat baik.

Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi rekan-rekan yang hadir di sini untuk bisa menyampaikan pandangan-pandangan secara singkat, tetapi kita juga ingin tahu sejauh mana Kemerdekaan Bangsa Republik Indonesia sampai saat ini.

Hari ini kita masuk ke dalam sebuah gerbang kemerdekaan Republik Indonesia, pertanyaan saya apakah kita baru mulai memasuki gerbang kemerdekaan bangsa ini ataukah kita sudah ada berada di gerbang kemerdekaan itu atau kita sudah melewati pintu gerbang kemerdekaan bangsa Indonesia.

Adapun Paparan dari Asisten II Bidang Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs. MUHAMMAD MUSAAD, M.Si, menyampaikan,
Terkait dengan kegiatan Coffee Morning yang kita lakukan saat ini saya mengapresiasi kepada Kapolda Papua dan jajarannya yang mempunyai inisiatif untuk melakukan pertemuan hari ini dan yang hadir didalamnya adalah komponen anak-anak muda terjadi penerus Bangsa Indonesia.

Biasanya dalam suasana memperingati Kemerdekaan Negara Republik Indonesia kita selalu memanfaatkan untuk melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan dan tantangan apa yang akan kita hadapi kedepannya.

Pada kesempatan yang baik ini ada dua hal yang penting yang ingin kami sampaikan pada saat ini yaitu :
(1) Bahwa perjuangan Para pendahulu kita telah mengantarkan kita kepada gerbang kemerdekaan Negara Republik Indonesia, kita boleh berbangga hati dan kita boleh juga menjadikan ini sebagai tonggak sejarah.

(2) Setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia pasang surut kita hadapi ada suasana dimana kita berada pada posisi yang sangat memprihatinkan dan juga suasana dimana kita merasakan kenikmatan ini juga adalah suatu kodrat bahwa senang dan susah itu biasanya silih berganti tidak ada suatu kehidupan yang senang terus dari awal sampai akhir.

Setelah 75 tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia segala upaya pemerintah sudah dilakukan, kita yang berada di tengah-tengah masyarakat yang majemuk ini dari Sabang sampai Merauke ini juga adalah kodrat kita dimana ada yang berbeda suku, etnis, budaya, dan berbagai macam Ras serta Agama dalam satu Kebhinekaan Tunggal Ika.

kita ada di berbagai macam kondisi Ini semua adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita terima dan kemudian kita respon dengan positif siapapun yang masuk dengan positif maka energi positif dalam dirinya dan dia bisa survive tapi kamu siapa pun yang tidak menerima itu menantang Tuhan maka energi negatif yang akan ada dalam dirinya dan dia tidak bisa selesai dia tidak akan bisa hidup berdampingan dengan siapapun dia tidak akan bisa hidup dengan kelayakan sebagaimana yang diharapkan

Dalam kondisi kita seperti ini maka tidak mungkin kita tidak pernah tahu tentang wawasan kebangsaan satu pandangan kita bahwa kita adalah satu Bangsa, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ada yang kelaparan tapi bukan berarti kita kemudian menjadi masyarakat kelas 2 di dalam suatu negara yang besar, kita harus tampil menjadi bagian dari masyarakat kelas 1 sama seperti saudara-saudara kita ditempat lain itu memang adalah yang kita kita harus lakukan.

Kita juga dituntut untuk bagaimana melakukan integrasi yang namanya integrasi kewilayahan, jadi urusan wilayah ini sudah selesai tinggal kita sekarang bagaimana menjaga kewilayahan ini dari Sabang sampai Merauke itu adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita juga harus melakukan yang namanya integrasi nilai-nilai Pancasila sudah melainkan itu adalah nilai kita bahwasanya kita semua yang ada didalam Bangsa Indonesia sudah meyakini dan sudah menemukan mungkinkan kita mengajarkan komitmen kita bahwa dia yang menyatukan kita dalam Pancasila berbangsa dan bernegara.

Integrasi – integrasi perilaku ini yang sangat penting dan hari ini kita dituntut oleh berbagai pihak bahwa apa yang diucapkan harus sama dengan apa yang kita dilakukan, jangan sampai apa yang dibicarakan berbeda dengan apa yang dilakukan.

Kabinda Papua BRIGJEN TNI ABDUL HARIS NAPOLEON, sebagai berikut :
a) Mengawali kegiatan ini saya mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa sejak 92 tahun yang lalu dalam hal ini anak muda Papua sudah terlibat dalam sumpah pemuda pada kongres pemuda kedua di Jakarta. Ada 3 pemuda Papua itu adalah pelaku sumpah pemuda, adi kalau ada orang Papua yang tidak terlibat sumpah pemuda itu bohong.

b) Kita perlu melakukan Proklamasi Kemerdekaan ditengah Pandemi Covid-19 yaitu peringatan di Kampung-kampung, seperti yang pernah kita laksanakan tahun-tahun lalu yaitu Para Kepala Suku yang menjadi Komandan Upacara dan yang menjadi Inspektur Upacara yaitu Para Babinsa atau Satgas Teritorial yang berada di Wilayah setempat, jadi hal itu yang sedang diusahakan sekarang agar Nilai Kemerdekaan Indonesia bisa dirasakan oleh Para pemuda yang berada di Kampung-kampung.

c) Pada saat pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI Ke-75 peserta upacara disamping pasukan upacaranya kalau bisa saya sarankan untuk melibatkan masyarakat Papua dengan menggunakan pakaian adatnya.

d) Kita harus memberikan kepercayaan kepada Putra-putri Papua untuk menjadi pemimpin upacara detik-detik proklamasi di Istana Negara karena Bangsa Indonesia ini sangat besar dan Papua ini adalah Bangsa Indonesia.

e) Di Papua terdapat banyak Pahlawan yang bersejarah dalam membantu merebut Kemerdekaan Indonesia dari Kolonial Belanda yaitu seperti Marthen Indey, Abraham Dimara, Silas Papare dan Frans Kaisiepo jadi mungkin dapat dilakukan di masing-masing Makam Pahlawan Indonesia yang berada di Papua untuk dilaksanakan Upacara serta juga untuk melakukan penghormatan atas semua jasa-jasa yang pernah dilakukan pada masa lalu.

f) Tentu sekarang kita perlu meningkatkan pengetahuan bagi Generasi muda Papua untuk mengetahui sejarah yang dilakukan oleh Para pejuang Papua yang telah berjuang Merebut Kemerdekaan Indonesia dari Kolonial Belanda dan menerapkan segala bentuk semangat Jiwa Pancasila untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia.

g) Tentunya juga perlu kita kumpulkan anak-anak dari Pelaku Pepera dalam satu wadah untuk menunjukan bahwa Perjuangan Pepera belum berakhir untuk terus membangun Indonesia yang ditunjukkan dari Pemuda Papua agar Indonesia selalu berdaulat, damai dan selalu Jaya.

h) Seperti yang disampaikan Bung Karno pada saat di Kampung Harapan bahwa Tanah ini merupakan Tanah Harapan, Papua adalah Indonesia dan Indonesa tanpa Papua bukanlah apa-apa.

i) Ini merupakan tonggak sejarah yang berkaitan dengan 17 Agustus 1945 kemudian saya pernah membaca buku yang dikarang oleh salah satu tokoh Papua walaupun dalam konteks yang berbeda karena 18 Agustus menurut beliau dalam bukunya bendera merah putih sudah berkibar di tanah Papua tepatnya di Kabupaten biak yang dilakukan oleh Lukas Rumkorem.

Sesi diskusi pertama dengan penyampaian dari Koordinator Spirit of Papua Mikael John Yerisitouw, yaitu Suka tidak suka mau tidak mau masyarakat Papua sejak 1963 kita sudah menjadi bagian dari NKRI, kita sebagai generasi muda Papua harus mengakui hal tersebut.

Mari kita jadikan Coffe Morning ini dijadikan tempat sebagai tempat berkolaborasi sebuah pikiran dan akan mendapatkan sebuah komitmen untuk membangun bangsa dan negara, kita berbicara kedepan apa yang harus kita lakukan setelah 75 tahun Kemerdekaan, Kalau kita menatap tahun tahun yang lalu maka kita akan gagal move on.

Ada pepatah yang berbicara Sebagai Para pemimpin dan pemenang pasti akan berfikir Evaluasi dirinya dengan cara yang positif dan mencari kesalahan dari dirinya sendiri. Disini Kita harus berdiskusi dengan pikiran yang jernih dan baik untuk kebaikan bagsa Indonesia.

Ketua Umum Nasional Pemuda Dewan Adat Papua JAN CHRISTIAN AREBO,SH, MH, yaitu Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga situasi Kamtibmas di Provinsi Papua menjelang HUT kemerdekaan RI ke 75 Tahun, Kami menanyakan Bagainana peran Pemerintah Papua sebagai wakil dari pemerintah pusat yang mengawal Otsus yang akan berakhir tahun 2021.

Saran kami Pemerintah Provinsi Papua wajib mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa agar bisa menerima Otsus jilid II. Saran kami Pihak Polda Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, Lanud Silas Papare, Lantamal X untuk mendukung putra putri pejuang Pepera 1969.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jayapura Rafael Viktor Tibul, yaitu Saya menyampaiakan satu keberatan tentang satu pernyataan bahwa keterlibatan OAP sebagai tokoh sumpah pemuda, ini harus diverifikasi dan harus diperjelas supaya kita tidak mendidik dengan kebohongan publik. kita harus menenangkan Kepercayaan Generasi muda dengan publik yang benar.

Apakah kita sudah menuju gerbang kemerdekaan RI, melewati Kemerdekaan RI, dan dibawah kemerdekaan RI kita, untuk membangun Papua kita harus berikan pemikiran generasi Papua untuk bisa menentukan nasibnya sendiri karena keadilan sosial ini belum tercapai di Papua masih adanya penjajah yang dilakukan di Tanah Papua, Kalau Otsus akan berakhir, berakhir saja tidak usah dilanjutkan kembali.

Menaggapi hal tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, bahwa
a) NKRI adalah rumah kita semua, kalau tidak ada yang mengakuinya bahwa kita berda di NKRI maka kita harus jujur, banyak yang bilang bahwa negara tidak adil sesungguhnya kebijakan negara sudah banyak yang diberikan oleh bangsa dan negara Indonesia.

b) Bahwa kita harus secara terus menerus dari waktu ke waktu bekerja keras bersama untuk menjaga rumah kita bersama, kalau ada yang kurang maka kita harus benahi, kita sebagai generasi muda hanya mengisi perjuangan tetapi dengan arah tujuan yang baik.

c) Kami sebagai TNI Polri tetap akan berbenah, soal kekerasan sudah jarang terjadi karena yang melakukan kekerasan adalah oknum, dan mereka sudah menyadari hal hal yang tidak diinginkan oleh karena itu negara harus hadir untuk menegakkan keadilan dan kebenaran serta keamanan.

d) Peran Pemerintah dan Pemda tentang mengawal keberlanjutan Otsus sudah dilaksanakan, kita harus jujur keberhasilan Tanah Papua adalah dari dana Otsus Tersebut, kalau secara totalitas kita bisa melihat secara utuh yang telah di berikan Pemerintah, Kalau ada kekurangan tetap kita bisa perbaiki.

e) Roh Otsus harus ada perspektif baru, harapannya agar bisa mencari dukungan yang baik untuk negara Indonesia. penyelenggara Pemerintahan Kabupaten harus bisa melihat persoalan masyarakat. Kalau ada yang masih belum disentuh harus mendatangi masyarakat agar tidak terjadi pengaduan masyarakat.

Asisten II Bidang Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs. Muhammad Musaad, M.Si, bahwa :
a) Kita melihat Pembangunan di Papua harus melihat dengan cara pandang yang berbeda, dengan kontesk yang terjadi di Papua, kita harus melihat Pembangunan Papua itu sendiri jangan membandingkan Provinsi yang lain, kalau kita melihat Provinsi lain maka kita akan terjebak dalam pembangunan.

b) Membangun Papua tidak mudah harus membutuhkan daya Energi yang besar karena geografis Papua yang merupakan daerah yang mempunyai banyak gunung. Tugas Pemerintah Papua untuk membangun Tanah Papua harus bersinergi dengan seluruh Komponen dan butuh waktu untuk melakukan pembangunan.

c) Otsus tidak akan berakhir di tahun 2021 yang berakhir adalah Uangnya, dalam Rapat terbatas bersama Presiden RI bahwa Otsus ini akan berlanjut dan Pemerintah pusat masih mencari formula supaya uang Otsus tidak berhenti. Kita Papua juga tidak bisa bergantung dari dana Otsus, dana Otsus setara dengan 56% APBD Papua.

d) Mari kita berkontribusi untuk menyumbangsihkan pemikiran yang terbaik untuk membangun Papua yang lebih maju ditengah era globalisasi yang harus kita ikuti perkembagannya.

Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen Tni Heru Setio Paripurnawan, bahwa :
a) Panglima TNI dan KSAD perintahkan kita dijajaran Kodam XVII/Cenderawasih bahwa setiap Prajurit TNI harus membantu kesulitan masyarakat dilingkungan sekitarnya.

b) Kami dari Kodam XVII Cenderawasih sudah membantu Pemerintah daerah mengembangkan Perkebunan Kakao, budidaya Ikan, ini semua adalah peran Kodam XVII Cenderawasih membatu pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan perekonomian.

c) Membangun Papua harus dengan kejujuran, untuk menuju Papua yang lebih maju dalam pembangunan.

Kabinda Papua Brigjen Tni Abdul Haris Napoleon, bahwa :
a) Awalnya saja juga ragu bahwa orang tua Ramses Ohe sebagai pelaku sejarah Sumpah Pemuda, tetapi bukti itu nyata yang telah diserahkan ke museum Nasional Jakarta. Jadi kalau adek adek masih meragukan hal itu maka bisa mendatangkan Bapak Ramses Ohe untuk menceritakan sejarah tersebut.

b) Sebagai generasi muda Papua kita harus berjuang dijalan yang baik, untuk menuju pembangunan di Papua, jangan mudah dipengaruhi oleh orang yang tidak ingin maju. Banyak putra Papua yang menjadi pejabat di TNI Polri. Ini harus bisa dijadikan motivasi sebagai generasi muda Papua.

c) Kesempatan kita sebagai anak Papua diberi kesempatan yang sama untuk menjadi generasi emas Papua dalam bingkai NKRI.

d) TNI Polri harus hadir di Papua dengan adanya Konflik yang terjadi di Papua, jika TNI Polri tidak hadir di Papua maka TNI Polri akan terkena HAM.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia LAOS DC RUMAYOM, bahwa :
a) Tugas kami sebagai Staf Ahli Presiden RI memberikan dukungan dalam penyajian data menyeluruh kepada Presiden RI di bidang yang strategis hukum, Politik ekonomi.

b) Ada 3 arahan dari Presiden RI dalam rapat terbatas pada bulan Juni :
– Bagaimana mensuskeskan pilkada 2020.
– Penanganan PON 2020 ke Tahun 2021.
– Evaluasi Otsus.

c) Kita membutuhkan mekanisme Evaluasi dan sangat dibutuhkan data yang akurat dalam penyajian data terkait Otsus, ini tentu masih menunggu arahan Ketu DPRP, MRP dan Gubernur Provinsi Papua sekaligus meminta pertanggungjawabannya selama 20 tahun. Apapun kondisi papua harus tercermin dalam satu data, agar tidak menimbulkan munculnya kepentingan.

d) Bagaimana laporan yang disiapkan untuk menangani orang Papua sejak Tahun 2001 sampai saat ini. Pihak penyelenggara di Pemerintah Provinsi Papua harus sinergi dalam mendukung kebijkan Gubernur Provinsi Papua untuk pembangunan Papua.

e) Salah satu hal yang penting di evaluasi otsus adalah sejarah, kita perlu mengetahui fase penting dalam kehidupan di Papua, kita harus mengakui bahwa Papua bisa membaca tulis sejak tahun 1951, fase integrasi di Papua Tahun 1961-1969, fase reformasi tahun 1998 dan sampai menuju otsus di tahun 2001 di Papua sampai dengan sekarang.

f) Papua masa lalu berbeda dengan Papua yang saat ini, ini adalah revolusi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk menuju Papua yang lebih maju. Integrasi regional menjadi kekuatan ekonomi dunia yang akan menimbulkan Masalah ekonomi itu sendiri apabila tidak di ditangani dengan baik.

g) Otsus sebagai centre exelent yang harus bisa memberikan dampak kecerdasan bagi masyarakat Papua karena Papua harus mempunyai paradigma baru untuk menuju Papua yang lebih maju. Kami melihat perkembangan masyarakat Papua dengan secara psikologis, Antropologis agar Papua bisa transparan seberapa besar dana yang Yang ada di Bank Papua Daerah.

h) Ada beberapa hal visi misi yang disampaikan Presiden RI untuk mempercepat pembangunan dalam segi :
– Mempercepat pembangunan dibidang infrastruktur.
– Pembangunan dalam bidang Sumber Daya Manusia.
– Undang investasi seluas luasnya masuk ke Papua.
– Reformasi birokrasi.
– APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Pukul 17.30 WIT, Tanggapan sekaligus Kesimpulan yang disampaikan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw tentang merajut Papua dalam bingkai NKRI, yaitu:
Pada prinsipnya apabila ada berita hoak yang menyinggung institusi pasti ada sanksi hukum bagi penebar berita Hoak, kami berpesan agar selalu bijak menggunakan medsos.

Kita akan belajar bersama lagi tentang lagu Indonesia raya yang berasal dari tanah Malaka. Kita harus belajar membuka sejarah kembali perjuangan kemerdekaan RI. Saat ini telah Banyak Prajurit TNI yang dilibatkan dalam perdamaian dunia. Dan Kodam XVII Cenderawasih juga telah berkontribusi kepada Pemerintah daerah dalam bidang Ekonomi dengan membantu membudidayakan ikan, membudidayakan perkebunan kakao.

Untuk sejarah dari Orang tua Ramseh Ohe memang sebagai pelaku sejarah Sumpah pemuda dan Fakta itu sudah diserahkan ke Monumen Nasional, Jakarta. Saat ini sedang berlangsung seleksi 14 kursi DPRP, semoga Keterwakilan perempuan bisa masuk dalam 14 kursi DPRP jalur Otsus, nanti bapak gubernur Papua yang akan memberikan kebijakan itu.

Keterlambatan kita dalam pembangunan memang sangat terlambat, kondisi ini bisa dilihat dari Geografis Papua, namun pemerintah Pusat mendorong cepat Pembangunan di Papua. Tempat terbaik dan paling bermartabat bagi papua dan kita semua adalah di dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai rumah besar kita.

Sejak tahun 1945 di Papua Masih banyak tempat yang belum mengalami interaksi dari luar. Sehingga Penduduk Papua mengalami perubahan sosial maupun goncangan sosial budaya yang cukup besar. Dengan kemerdekan itu kita sudah banyak membuat banyak lompatan dibandingkan dengan Negara yang lain. Upaya agar memantapkan Papua tetap dalam Bingkai NKRI maka harus dilakukan secara inovasi dan terobosan yang kreatif dalam pembangunan Papua.

Indonesia yang maju ditentukan dari Papua yang lebih maju pula, yang digambarkan dalam Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar semboyan negara kita, tugas kita adalah tetap mejaga kebersamaan dalam Bingkai NKRI.

Inti yang disampaikan oleh Bapak Solossa adalah bahwa diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk melanjutkan setiap tindakan politik/makro dengan peningkatan kesejahteraan pada level rakyat/mikro. Kurangnya perhatian para elit pemerintahan di daerah pada peningkatan kesejahteraan rakyat-lah yang menjadi alasan utama terbentuknya dan terus berkembangnya sikap kritis menyalahkan Pemerintah di kalangan sebagian tokoh, baik yang sudah tua maupun yang masih muda.

Pada tahun 2021, alokasi Dana 2 persen setara DAU nasional akan berakhir. Dana ini biasa dikenal dengan Dana Otsus Papua. Sebenarnya, berakhirnya Dana Otsus tidak serta merta berarti berakhirnya Otonomi Khusus Papua. Walaupun begitu, karena Dana Otsus ini sangat besar pengaruhnya bagi penyelenggaraan pembangunan di Tanah Papua, maka sering kali berakhirnya Dana Otsus Papua ini diartikan sebagai berakhirnya Otsus Papua.

Pada umumnya pemerintah di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat berharap bahwa Dana Otsus Papua ini perlu dilanjutkan. Bahkan, ada pihak yang mendesak agar jumlah Dana Otsus Papua ditingkatkan, atau setidak-tidaknya dialokasikan terpisah – masing-masing Provinsi di Tanah Papua memiliki Dana Otsusnya sendiri-sendiri. Belum ada respon resmi dari Pemerintah Pusat atas permintaan ini.

Dalam batas-batas tertentu, ada alasan yang masuk akal atas permintaan untuk melanjutkan alokasi Dana Otsus Papua. Di Tanah Papua masih banyak penduduk miskin, khususnya di kalangan orang asli Papua. Selain itu, kontribusi Dana Otsus bagi APBD di kedua provinsi di Tanah Papua sangat besar – jumlahnya sampai melebihi 50 persen dari APBD. Artinya, kalau Dana Otsus tersebut dihentikan sesuai dengan perintah Undang-undang Otsus Papua Pasal 34 ayat (6), maka akan terjadi penurunan kapasitas fiskal pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat secara drastis.

Reporter : RK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here