Menanggapi Rencana Aksi Aliansi Mahasiswa Maibrat se-Nusantara, Vinsen Turot Angkat Bicara

Maybrat – Menanggapi pergerakan aksi yang akan di lakukan oleh aliansi mahasiswa asal daerah Kabupaten Maybrat se-Nusantara, kordinator pendukung Ibukota Kabupaten Maybrat di Kumurkek. Vinsen Turot angkat bicara.

Menurutnya, perjuangan pemindahan Ibukota Kabupaten Maybrat dari Ayamaru ke Kumurkek bukan hal yang segampang kita balik talapak tangan, ini butuh proses dan perjuangan yang tidak mudah di lakukan, hasilnya hari ini pejabat, pegawai, OPD serta Bupati bisa duduk dan menjalankan tugasnya.”ucap Vinsen kepada media Tifa Cendrawasih.Com, melalui sms via WhatsApp, Selasa (14/07).

Lanjutnya, hal ini di lakukan atas dasar kesepakatan bersama antara Gubernur dan Menteri Dalam Negeri ( Mendagri), Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten Maybrat bersama para tokoh-tokoh yang tergabung dalam tim rekonsiliasi pembela undang-undang nomor 13 pasal 7 tahun 2009, tentang pembentukan DOB  Kabupaten Maybrat yang mana di rubah melalui PP nomor 41 tahun 2019, dengan perjanjian menjamin keamanan bersama di wilayah Kabupaten Maybrat, terlebih kusus di wilayah Aifat raya.

Oleh sebab itu, kami menyatakan sikap menolak semua kegiatan aksi dalam bentuk apapun yang akan menggangu jalannya aktivitas pemerintahan di Kumurkek, dalam konteks demokrasi hak untuk menyampaikan pendapat di depan umum sah-sah saja yang penting bersih dan bersifat umum, jangan kita sebagai agen pembaharu yang akan di manfaatkan intelektualitas kita  untuk kepentingan politik tertentu.” ujarnya

Sebagai koordinator masyarakat pendukung Ibukota di Kumurkek, Vinsen Turot menyampaikan kepada adik-adik mahasiswa jangan kita di jadikan sebagai alat perusak untuk kepentingan oknum- oknum tertentu, perjuangan pengembalian Ibukota dari Ayamaru ke Kumurkek bukanlah hal yang mudah, semua ini butuh energi, waktu, biaya, harta benda bahkan nyawapun kami sumbangkan.

Untuk itu, kami atas nama kordinator dan masyarakat pembela UU nomor 13 tahun 2009 akan melakukan aksi tandingan dengan waktu, jam yang sama untuk menyikapi aksi yang akan di lakukan oleh aliansi mahasiswa Maybrat se-nusantara.” tegas Vinsen

Dirinya berharap kepada pihak kepolisian agar tidak mengeluarkan ijin keramaian, berdasarkan maklumat Kapolri Pada moment pendemic global Corona virus atau Covid-19 yang menyatakan dilarang ada pergerakan masa, perkumpulan masal dan sebagainya, di harapkan kepada semua komponen agar tidak mudah terprovokasi dengan pergerakan tersebut, sebaiknya dirumah saja dan menyalurkan aspirasi kita melalui wakil DPRD dari perwakilan tiap wilayah di Kabupaten Maybrat.” harapnya

Ia juga menambahkan, jangan lagi membuat kegaduhan karena Sumber daya manusia maybrat yang habiskan hanya mengurus konflik dan perseteruan,
siapapun yang mempunyai kepentingan politik jangka panjang sebaiknya menampilkan figur, prestasi, jangan kita menampilkan politik Kotor yang akan melakukan kriminalisasi serta membangun pembusukan yang dapat mempengaruhi opini negatif terhadap kepemimpinan saat ini.

Reporter : (Jefri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here