Pemda Teluk Bintuni dan Pemprov Papua Barat Vicon Dengan 3 Menteri

Bintuni-Pemda Teluk Bintuni melaksanakan kegiatan rapat koordinasi melalui Video Conference bersama Pemprov Papua Barat dan tiga Menteri dari Pusat, pada selasa 7/07/2020 di Aula Sasana Karya kompleks perkantoran Pemda Teluk Bintuni.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop SH, Ketua Tim Penanganan Gugus Tugas Covid – 19 Bintuni Gustaf Manuputti, Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Frangky Mobilala dan Juru bicara Tim Covid – 19 dr Wiendo.

Ditempat yang sama saat memberikan keterangan kepada awak media, Ketua Tim Gugus tugas penanganan Covid – 19 Bintuni Gustaf Manuputti mengatakan “ kebetulan hari ini ada beberapa Menteri dari pusat dan Pemprov Papua Barat serta kami di Kabupaten melakukan rapat koordinasi melalui Video Conference, dalam pembahasan tadi menyangkut pelaksanaan dan penanganan terkait evaluasi covid – 19 di Papua Barat, pada dasarnya mereka sudah menerima laporan – laporan Ketua Gugus Tugas dan juru bicara dari berbagai Daerah di Papua Barat termasuk di Teluk Bintuni, karena laporan kita ini harus terpusat dan berjenjang jadi harus melalui Pemerintah Provinsi masing – masing Daerah.

Dan mungkin mereka akan turun lapangan untuk mengecek laporan – laporan yang masuk apakah sudah sesuai dengan laporannya atau tidak, untuk Kabupaten Teluk Bintuni, sampai dengan saat ini, sejak tanggal 13 juni 2020 data pasien terakhir covid – 19 itu adalah pasien yang ke 50 dan sembuh juga pasien yang ke 50 itu dari hasil Screaning sekitar 79.161 orang dari semua posko – posko Penanganan Covid – 19 di Teluk Bintuni, terang Ketua Tim Satgas Bintuni.

“Untuk status zona kuning saat ini, dan menuju ke zona hijau itu harus ada ketentuan dan aturannya, yakni apabila dalam hitungan kurun waktu empat minggu kedepan atau sebulan sejak ditetapkan sebagai daerah zona kuning terhitung dari tanggal 13 juni bulan lalu hingga tanggal 13 juli maka Bintuni sudah bisa masuk zona hijau selama tidak ada lagi kasus tambahan yang baru”.

Frangky Mobilala selaku Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni juga menjelaskan “ kami tetap melaksanakan tugas kita yakni di posko – posko masih tetap kita jaga terus, seperti posko darat, laut dan udara sampai saat ini kita masih terus menjaga dan menjalankan tugas memeriksa kesehatan orang – orang yang datang atau masuk, apabila jika ada yang berdasarkan hasil rapid tesnya reaktif maka kami akan turun mengambil sampel dan menindaklanjuti, ini kami lakukan juga ke Distrik – distrik di Teluk Bintuni.

Juru bicara Tim Satgas Covid – 19 Teluk Bintuni, dr Wiendo saat memberikan keterangan juga mengatakan “ seperti yang dilaporkan bahwa terakhir kasus positif tanggal 13 juni berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di Rumah Sakit dan kami tetap bersiaga melakukan pemeriksaan sampel yang masuk melalui proses screaning dan begitupun melalui pasien yang datang berobat juga kita lakukan screaning dan pemeriksaan sehingga kita tetap waspada dan siaga selalu.

dr Wiendo menambahkan bahwa di RSUD Bintuni juga menyiapkan ruangan isolasi yang baru khusus untuk pasien yang terduga, satu juga ruangan ICU dan saat ini juga sedang dibangun satu ruangan isolasi untuk keluarga yang kontak erat dengan OTG, ODP dan PDP, jadi dari segi fasilitas pelayanan kami terus siapkan untuk antisipasi pada penanganan covid ini, dan kita berharap sampai tanggal 13 juli nanti jika tidak ada kasus baru maka Bintuni sudah bisa masuk zona hijau.

Reporter : Richard
Sumber : Humas / Protokol Teluk Bintuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here