Kapolda Papua Pimpin Press Release Terkait Penangkapan Pelaku Pembuat Miras di Mimika

Mimika – Pelaksanakan kegiatan Press release terkait dengan penangkapan pelaku pembuatan minuma keras Lokas jenis Sopi yang dipimpin oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Bertempat di Mako Polres Pelayanan Jalan Cendrawasih Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika. Senin, (22/06).

Hadir dalam kegiatan tersebut
Kabid Kum Polda Papua AKBP Guntur Agung Supono, SIK. Msi, Kapolres Mimika AKBP I Gede Era Adinatha , SIK, Wakil Bupati Mimika John Rettob, Ketua FKUB Kabupaten Mimika Ignatius Adii.

Kapolres Mimika AKBP I Gede Era Adinatha , SIK dalam kesempatannya mengatakan bahwa selamat pagi bapa ibu sekalian tamu serta rekan – rekan media pagi ini bersama Bapak Kapolda akan dilaksanakan Press Release yang mana dalam waktu 3 hari kita telah mendalami serta melacak keberadaan pelaku serta lokasi – lokasi pembuatan minuman lokal jenis Sopi, dan secara detail akan di sampaikan oleh Bapak Kapolda. Yang mana terkait pengungkapan kasus ini adalah sesuai masukan dari Wakil Bupati beberapa hari yang lalu.

Selanjutnya sambutan Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatannya mengatakan bahwa Hari ini tanggal 22 Juni 2020 akan kami Press Release terkait penangkapan tersangka maupun di amankan barang bukti pembuatan minuman keras local jenis Sopi yang dilakukan pada tanggal 21 Juni 2020.

Saya perintahkan kepada Kasat Samapta AKP Rosman Latukonsina dan Kasat Narkoba Iptu Sugarda A. B. Trenggoro S.T.K., M.H dengan melibatkan 25 personel, untuk melakukan razia atau sweeping terhadap para pelaku pembuat minuman lokal di sepanjang kali Wania Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika.

Yang mana rangkaian kegiatan pada pukul 06.05 Wit, arah oleh Kasat Samapta sebelum pelaksanaan tugas di lapangan, untuk pelaku saat ini telah di amankan dan nantinya akan menunjukan kepada kita lokasinya yang mana berada di daerah Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Intinya sasaran kita sudah pasti dan di ketahui yang mana nantinya tidak semua akan masuk ke lokasi, namun sebagian standby di luar untuk memberikan informasi.

Kemudian Pukul 06.35 Wit, personil bergerak menuju lokasi yang berada di Distrik Mimika Timur. Personil tiba di Kampung Kaugapu Distrik Mimika Timur dan langsung bergerak menuju lokasi penyulingan yang letaknya berada di tengah hutan.

Dalam kegiatan ini dibagi 2 regu, masing-masing di pimpin oleh Kasat Samapta dan Kasat Narkoba. Karena lokasi ada didalam hutan yang jauh dan harus menyeberang sungai maka personel menggunakan 2 buah perahu di pandu dengan motoris.

Pada saat perjalanan menuju lokasi personel telah menemukan 2 gen berukuran 25 L dan 1 gen 5 L serta 1 buah ransel tanpa pemilik yang di sembunyikan didalam semak – semak. Kemudian personil tiba di lokasi penyulingan dan menemukan barang bukti diantaranya adalah 4 buah drom besi, 2 buah drom plastik warnah biru, 2 buah jergen berisi Sopi ukuran 25 L dan 1 buah jergen berisi sopi ukuran 5 L.

Adapun identitas tersangka berinisial MRO, warga Kampung Kaugapu Mimika Timur. Sebelumnya tersangka telah di tangani oleh Polsek Mimika Timur terkait pembuatan atau produksi minuman keras jenis Sopi.

Kemudian di sekitar kali Wania ataupun lokasi yang dapat dijadikan tempat produksi miras lokal dan ditemukan barang bukti berupa, 1 buah sekop, 1 buah kampak, 5 buah pipa besi, 1 buah ember, 2 buah gen ukuran 5 ltr (sopi), 2 buah gen ukuran 20 ltr berisi sopi, 1 buah corong dan 1 buah gen potong

Pada pukul 13.30 Wit di temukan salah satu lokasi pembuatan miras tepatnya masuk ke arah area Pekuburan Mapurujaya namun pemilik/tempat tidak berada di tempat. Tim melakukan penggeledahan di lokasi dimaksud dan menemukan peralatan penyulingan serta mengangkut barang bukti yaitu 6 buah drum plastic, 2 buah drum besi, 8 buah pipa besi ukuran 1 inci dan sampel Cairan yang sementara dipermentasi.

Pada Bulan Mei ada tersangka lain TKP yang berbeda ( Di area Pomako ) telah di tangani oleh Polsek Pomako namun tersangka tersebut melarikan diri. Yang di tangani oleh Polsek Miru tersangka berinisial JK. Adapula tersangka lain yang di amankan oleh Polsek Mimika Baru inisial GB pelakunya telah di amankan sekarang akan di proses.

Tempat penjualan minuman lokal jenis Sopi yang masih di tangani oleh Polsek Mimika Baru adalah Saudari SL, Perempuan (35) warga Jalan Leo Mamiri Jalur samping Gudang Besi Tua Timika.

Barang bukti yang berhasil di amankan dari pelaku berupa 3 buah botol 1500 ml, Uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) hasil penjualan, 4 botol ukuran 600 ml, 1 buah panic, Buah corong, 8 buah botol kosong ukuran 1500 Ml. Pemilik dan Barang Bukti diamankan di Polsek Mimika Baru guna proses lebih lanjut.

Di harapkan kepada FKUB agar sedapat mungkin lebih intens menyampaikan kepada adik adik khusus kaum muda untuk menghindari hal – hal yang dapat merugikan diri sendiri. Terkait penjualan miras pabrikan sudah ada aturan – aturannya karnah sesuai dengan peraturan daerah pada daerah masing – masing.

Dampak dari minuman keras ini mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni telah dilaporkan 7 laporan Polisi keterangan rata – rata pelaku ddan korban dalam keadaan di pengaruhi minuman keras jadi agar teman – teman media juga membantu menginformasihkan apabila menemukan adanya produksi atau penjualan minuman lokal jenis sopi.

Kapolres dan jajaran di sampiakan terima kasih telah bekerja dengan luar biasa bersama seluruh anggota selama kita di tugaskan di sini maka yang harus kira lakukan hal – hal seperti ini sesuai dengan SOP jelas dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Mimika Jhon Retob dalam kesempatannya mengatakan bahwa saya sampaikan apersiasi kepada Bapak Kapolda yang mana telah meluangkan waktu mempin pengungkapan serta penangkapan penjualan minuman keras lokal jenis Sopi.

Minuman keras yang menjadi sumber ada nya keajadian atau kasus kriminal contoh pengainiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, tabrakan adalah awalnya dari minuman keras.

Terkait minuman pabrikan ada instruksi bupati agar mereka – mereka para penjual minuman pabrikan untuk sementara jangan menjual selama adanya pandemi Covid – 19 ini. Namun selalu ada yang masih menjual dengan cara menutup pintu depan dan membuka pintu belakang, namun apabila ditemukan akan di lakukan tindakan tegas dengan mencabut izin usaha nya.

Pengungkapan 6.061 liter ini saya sangat setuju sekali maka kita bersama – sama harus membersihkan para pelaku seperti ini dari Kabupaten Mimika ini, kalau bisah di sarankan kepada Bapak Kapolda kalau mau di tangkap dan di amankan skalian hari ini langsung di cari para pelaku yang lain supaya tidak terjadi muncul bibit pelaku – pelaku pembuat atau produksi minuman keras jenis sopi seperti ini lagi.

Penyampaian Ketua FKUB Kabupaten Mimika Igantius Adii dalam kesempatannya mengatakan bahwa kita di ciptakan untuk hidup berdampingan dan hidup sejahtera. Terhadap ke 6 orang adik-adik ( pelaku ) sangat di sayangkan sekali karena kalian untung yang lain yang mengalami kerugian sampai adanya korban jiwa.

Pak Kapolda kami dari FKUB bersama TNI dan Polri kami selalu bersama – sama bekerja sama saling koordinasi memberikan data. Kami bersama 5 pemuka agama akan menghimbau kepada warga di setiap rumah – rumah ibadah terkait penjualan miras ini.

Mereka yang melaksanakan penjualan serta memproduksi agar menyetop setiap kegiatan yang sangat tidak di benarkan ini dan kami selalu mendukung setiap instruksi dari pemerintah daerah serta aturan – aturan baik dari TNI dan Polri di smapaikan kepada generasi mudah agar stop dengan mengkonsumsi miras mari kita sama – sama mendukung program program pemerintah daerah dalam membangun Kota Timika serta memajukan ekonomi pada setiap kehidupan manusia.

Selanjutnya dilakukan pemusnahan barang bukti Miras yang sudah dilakukan proses sebelumnya, Adapun identitas pelaku yang sudah diamankan DSW, MRO, LO, GK, KL, SL.


Barang bukti yang dimusnahkan di TKP Kampung Kaugapu Distrik Mimika Timur telah di musnahkan sebanyak 2.800 liter dan Jumlah barang bukti yang dimusnakan di Polres Mimika sebanyak 3.261 liter dengan jumlah total : 6.061 liter.

Para tersangka dijerat dengan pasal 204 ayat (1) KUHPidana dan atau pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 140 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan di pidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Admin//Bid – Humas Polda Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here