Buka Penerbangan Masuk, Walikota Sorong Tinjau Bandara Deo di Hari Pertama “New Normal”

Sorong – Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM, didampingi petinggi TNI/Polri bersama sejumlah pejabat dan Satgas Covid-19 Kota Sorong, meninjau langsung pembukaan penerbangan komersil dari luar masuk ke wilayah Kota Sorong melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO). Senin, (22/06/2020).

Peninjauan ini tersebut dengan dikeluarkannya instruksi Walikota Sorong tentang penerapan new normal tahap pertama.

Setiap penumpang yang turun dilakukan pemeriksaan dokumen sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Pada kesempatan yang sama, Walikota juga sempat bertanya dan menghimbau kepada beberapa penumpang agar dapat mengikuti protokol yang berlaku di Bandara tersebut.

“Kami memberlakukan new normal yang diinstruksikan oleh Presiden pada setiap kabupaten/kota, bahkan provinsi yang sudah bisa memberlakukannya sesuai dengan kondisi kota masing-masing,” papar Walikota.

Disebutkan, Kota Sorong sudah menyikapi instruksi pemerintah pusat dengan baik. Sebagai ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, yang bekerja sama dengan TNI/Polri, pihaknya sudah melakukan apel gelar pasukan dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan masyarakat yang berlangsung di Lapangan Hocky, Minggu (21/06/2020) kemarin.

“Hari ini mulai melaksanakan tugas satu atau dua minggu ke depan. Bila perlu satu bulan ke depan. Jadi ini kami lakukan semata-mata demi untuk membatasi penyebaran virus di Kota Sorong,” jelas Walikota.

Menurutnya, hal yang terutama adalah segera dibukanya bandara dan pelabuhan laut. Apabila terus ditutup maka roda perekonomian di setiap daerah, khususnya Kota Sorong yang sangat mengandalkan sektor jasa, dapat lumpuh total.

“Kami berpikir bagaimana masyarakat bisa hidup, karena mereka bisa menangkap peluang-peluang bisnis dengan adanya kehadiran fasilitas jasa operasional sebagaimana mestinya,” kata Walikota seraya menambahkan, dengan dibukanya bandara dan pelabuhan, masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam artian, lanjut Walikota, masyarakat harus menjaga jarak, tidak berjabat tangan, rajin mencuci tangan, menggunakan masker apabila keluar rumah serta sejumlah protokol kesehatan yang harus diperhatikan.

“Virus ini tetap menyebar kepada setiap siapa saja yang berpeluang terkena penyebarannya. Jadi kita harus bisa jaga diri. Kami Mulai berkerja hari ini. Saya akan turun tangan dan kami akan bekerja di setiap titik yang ditentukan. Tidak ada yang kebal hukum. Semua harus duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dimata hukum,” tegas Walikota.

“Kami akan melihat, dengan diberlakukan new normal ini, dan apabila trend penurunan semakin drastis tajam, maka new normal tetap jalan. Tetapi kalau naik tajam baru akan dipertimbangkan. Kami pasti akan mengambil langkah terbaik,” tambahnya.

Dijelaskan, setiap meja dari masing-masing petugas yang menerima penumpang turun, akan disertai papan nama kota dan kabupaten asal, sehingga penumpang yang turun akan langsung menuju ke meja sesuai dengan alamat KTP-nya.

“Ada petugas kesehatan atau tidak dari masing-masing kabupaten, warganya (penumpang, 𝑟𝑒𝑑) wajib menuju meja papan nama. Ada atau tidak tetap kami foto dan publikasikan. Bila perlu dikirim kembali ke daerah asal tempat mereka berangkat, karena pemerintah daerahnya tidak bisa memperhatikan warganya. Pemerintah harus sayang warga yang pimpinnya. Ada pemimpin karena ada rakyat. Kalau tidak rakyat, lalu kita mau pimpin siapa,” pungkas Walikota.

Reporter : Richard.
Sumber : Satgas Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here