Coffee Morning Kapolda Papua Bersama SOP dan FOCIM

Jayapura – Kegiatan Coffee Morning Kapolda Papua bersama Spirit Of Papua dan Focim (Family of Christ Internasional Ministry) serta ibadah bersama jemat Alfa Omega, bertempat di Distrik Sentani Kota Jalan Dunlob Kabupaten Jayapura. Selasa, (16/06).


Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatannya mengatakan bahwa saya senang sukacita dan bersyukur karena sampai hari ini Tuhan masih memberi kesehatan kepada saya dan semua anggota saya karena kita semua luar biasa.

Iinilah tugas dan wewenang yang diberikan kepada saya untuk mengurus banyak orang banyak keluhan dan banyak permasalahan dan saya mengerti itu agar dapat terselesaikan.

Segala berkat yang Tuhan berikan secara pribadi ataupun melalui lain terus kami salurkan saya yakin dan percaya berkat itu bukan milik kita tapi juga jalan lain untuk memberikan semua orang.

Kebetulan kami di Polda ada stok beras yang harus dihabiskan atau didistribusikan untuk kita meminta lagi agar masyarakat segera menerima yang tidak merasa kesulitan lagi. Bapak ibu pendeta yang saya kasih, saya menghimbau tentang presiden RI dan meminta kita agar melonggarkan PSDD karena beliau berharap kita mampu mengendalikan dan mengembalikan kegiatan sosial.

Hasil kerja tim covid situasi sudah membaik, diharapkan kepada seluruh yang ada di sini agar tidak terlalu takut dengan covid-19. Ada juga yang mengatakan bahwa wabah ini akan bertahan setelah vaksin yang sedang diproduksi atau diteliti oleh para ahli itu nanti keluar pada tahun 2021.

Pada kesempatan ini saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak usah terlalu takut tetap melaksanakan kegiatan kerja namun tetap harus memperhatikan prosedur prosedur kesehatan.

Waktu beraktivitas yang sebelumnya pukul 13.00 Wit saat ini bisa melakukan kegiatan hingga pukul Jam 15. 00 Wit tetap gunakan masker harus cuci tangan jaga jarak aman juga untuk transportasi ke luar daerah tetap harus melakukan prosedur-prosedur yang mana seperti melakukan aktivitas fisik kesehatan dan sebagainya.

Sudah dibukanya transportasi udara sementara ini nanti ada dua armada yang akan melayani. Saya berharap masyarakat Demak dan perkumpulan focim terus mendoakan agar keadaan Papua segera kembali kondusif virus Corona dan kembali pulih.

Itu semua adalah sebagai informasi yang untuk semua yang ada disini, saya mau sampaikan bahwa sebenarnya nomornya normal itu itu adalah prasyarat yang normal itu adalah kita di bawah ini masih 1,8. Artinya satu orang bisa menyebarkan ke lima orang sampai 8 orang sehingga dalam hal ini dalam hal pandangan para dokter mereka belum setuju untuk pelaksanaan new normal.

Bagi Tuhan pemerintah telah meningkatkan perawatan kesehatan tempat-tempat isolasi sehingga dapat menimbulkan kesembuhan yang tinggi pula.

Kita harus memiliki mindset tentang bagaimana cara kita menghadapi konflik nanti ini jadi jangan takut jangan tertekan karena hal itu dapat menurunkan daya tahan tubuh kita yang bisa mempengaruhi pola hidup kita benda tubuh daya tahan tubuh kita dalam melawan virus covid ini.

Namun juga tetap jika tidak terlalu penting tidak perlu keluar rumah jangan terlalu berada di tempat-tempat keramaian.

Menyikapi isu terkait aksi rasisme di luar negeri yang dibawa ke Papua sehingga situasi kamtibmas saat ini menjadi kurang kondusif terkait dengan adanya akan dilakukan aksi demo jelang sidang putusan terhadap 7 tahanan dugaan makar serta actor dari kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Wamena dan Timika.

Aksi ini juga didukung oleh beberapa tokoh yang meminta agar ke tujuh tahanan tersebut di bebaskan maka kami pihak Kepolisian mencoba untuk menjelaskan kepada masyarakat agar mereka paham bahwa 7 tahanan tersebut yang saat ini sedang menjalankan proses hukum di Kalimantan itu merupakan aktor utama kasus kerusuhan di Papua.

Kami telah melaksanakan diskusi selama 1 hari dengan menghadirkan semua tokoh-tokoh yang ada di Papua untuk membahas isu-isu yang saat ini terjadi di Papua yaitu isu rasisme dan pelanggaran Ham serta undang-undang otonomi khusus, cuman masih disayangkan karena banyak pemimpin daerah yang tidak hadir.

Dalam diskusi tersebut kami dari pihak Kepolisian menjelaskan secara detail apa yang telah dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadinya gangguan kamtibmas di Papua.

Karena apa yang kami lakukan selama ini merupakan tugas pokok kami sebagai pelindung, pengayom dan melayani serta penengakan hukum kepada siapa saja yang melakukan Tindakan kriminal.

Namun masih banyak masyarakat yang menganggp bahwa kami tidak professional dalam melaksanakan tugas sehingga kami meminta dukungan dan doa oleh pemangku agama agar masyarakat memahami apa yang kami lakukan selama ini da;am rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kami juga meminta kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya dalam melaksanakan aktifitas ditengah berkembangan teknologi saat ini yaitu penggunaan media sosial sehingga mereka tidak mudah terhasut oleh isu-isu atau infomasih yang belum tentu kebenaran dan keabsahan .

Contoh kasus kemarin yang ada di Kabupaten Paniai yang mana ada sepasang bapak ibu yang memaksa untuk membuka portal palang namun mereka terkena kawat duri dan kaki mereka berdarah setelah itu ada yang foto dan memposting dengan perkataan bahwa inilah kelakuan aparat TNI-Polri di Papua yang selalu melakukan penembakan dan kekerasan kepada masyarakat Papua.

Kegiatan pendistribusian oleh The Spirit of Papua ini kami lakukan agar menjadi contoh bagi pemerintah yang ada di Papua agar mereka juga ikut bergerak dan peduli kepada masyarakatnya ditengah pandemic Covid-19.

Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis oleh kapolda papua kepada perwakilan Focim (Family of Christ Internasional Ministry).

TC-tim//Bid-Humas Polda Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here