KAPOLRES MAMBERAMO TENGAH KLARIFIKASI PEMBERITAAN YANG BEREDAR DI MEDIA ONLINE TENTANG ANCAM WARGA SIPIL

TIFACENDERAWASIH.com, Jayapura – Seperti yang diberitakan di salah satu media online bahwa Kapolres Mamberamo Tengah ancam tembak mati warga sipil dan bongkar palang di Wilayah Kampung Wunan Kalenggaima Distrik Wollo Kabupaten Jayawijaya. Senin, (11/05).

Terkait pemberitaan tersebut dalam klarifikasinya Kapolres Mamberamo Tengah AKBP Deni Herdiana mengatakan bahwa tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang di beritakan media online.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH mengatakan bahwa faktanya Kapolres bersama Pabung Satgas Opster Mamberamo Tengah dan beberapa perwira datang ke Perbatasan Desa Wollo Kabupaten Jayawijaya dengan Distrik Ilugwa Kabupaten Mamberamo Tengah untuk memberikan himbauan kepada masyaraka, untuk tidak melakukan pemalangan akses Jalan Wamena-Kobakma karena kendaraan yang datang dari Wamena berarti sudah melalui pemeriksaan disana, tidak ada perintah dari Bupati untuk melakukan pemalangan di jalur ini melainkan untuk bersama-sama menjalankan perintah Bupati yang diantaranya untuk menghindari Corona.

Selain itu Kapolres juga memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ada di pos relawan Distrik Wollo Kampung Wunan untuk tidak melakukan pemalangan terhadap mobil yang mengangkut bahan makanan, BBM ataupun kepentingan Tim gugus yang ingin masuk ke Kabupaten Mamberamo Tengah.

Dengan memperhatikan SOP yang ada yaitu hanya supir dan kernet saja itupun setelah dilakukan penyemprotan dan cek suhu tubuh oleh tim kesehatan, Kapolres juga mengatakan bahwa kedatangannya bersama Tim untuk mengecek saudara-saudara yang ada di pos relawan ini karena Pos tim Gugus kami berdekatan dengan pos yang ada disini yaitu hanya 50 meter jarak.

Kapolres juga memberikan himbauan kepada masyarakat di Pos wajib menggunakan APD, masker dan Dis Infektan supaya kita yang bertugas disini tidak terpapar covid-19, karena kita tidak tau orang yang di periksa terpapar Virus Corona atau tidak.

Dan dari hasil rapat para bupati pegunungan di Kantor Otonom Jayawijaya pada hari Senin tanggal 27 April 2020 bahwa tidak ada relawan yang membuat masalah dan semuanya akan didampingi Tim Medis dan TNI Polri. Agar para relawan jangan melakukan sweaping atau pemeriksaan dengan menggunakan senjata tajam apalagi sampai menggunakan senjata Api, dan kalau ada yang sampai membawa senjata tajam apalagi Senjata Api kami akan Tindak tegas.

Sumber: Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal. SH

Editor: TC//team

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here