Berebut Tanah Warisan, empat Orang Tewas Seketika

TIFACENDERAWASIH.com, Langgur – Lahan Warisan yang berlokasi di Jalan Tol Bandara Ibra Langgur diperebutkan anak-anak dari dua Isteri satu bapak ini berahir dengan pembantaian sadis dan keji menghilangkan Nyawa 4 orang dengan seketika. hal ini disampaikan Kapolres Maluku Tenggara AKBP. Alfaris Pattiwael. SIK, MH saat jumpa Pers di tempat kejadian Perkara (TKP). pada Selasa, (05/05/2020) sore hari.

Kapolres Malra yang didampingi Dandim 1503 Maluku Tenggara mengatakan, bahwa Motif penganiayaan ini bermula dari perebutan lahan warisan internal keluarga anak dari dua isteri satu bapak ini sehingga merenggut nyawa 4 orang ini, hal ini tentunya sungguh mengagetkan masyarakat sekitarnya,”
kata Kapolres.

Kejadian tersebut terjadi sekitar jam 14.00 dan dengan segera petugas Kepolisian baik pihak Polsek dan Polres Malra dibantu TNI ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) guna melakukan infestigasi lapangan sekaligus mengamankan situasi baik di TKP maupun di Ohoi Faan Kecamatan Kei Kecil itu, ujar Kapolres Malra.

“Tidak terlalu lama dari kejadian tersebut, Kapolres dan Jajarannya berhasil meringkus para Pelaku Pembantaian terdiri dari 6 orang itu langsung diamankan di Tahanan Mapolres Maluku Tenggara, dan Kapolres juga menjelaskan, bahwa motifnya adalah pembantaian berencana karena pelaku hadir di TKP dengan membawa Parang dan Tombak yang digunakan dalam pembantaian tersebut,” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres, “kami akan mendalami lebih lanjut tentang jumlah pelaku apakah masih ada pelaku yang lain atau tidak, sedangkan 4 orang korban penganiayaan ini terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan dan pada puku 18.03 korban diantar ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapat pemeriksaan intensif guna mendapatkan Visiun dari Dokter Pemerintah, ucap Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan, bahwa kasus penganiayaan ini sudah di laporkan ke Kapolda Maluku sekaligus ke Mabes Polri di Jakarta.
Keluarga Korban dan Pelaku berasal dari Keluarga Rumangun Ohoi Faan Kecamatan Kei Kecil dimana Ohoi Faan juga memiliki status Ohoi Uun Rat dengan berkedudukan Raja Yab Faan selaku Pemangku Adat tertinggi di Utan Loor Ohoilim Tahit, namun kejadian serupa bisa terjadi melangkahi kedaulatan Hak Seorang Raja dalam menyelesaikan persoalan serupa melalui adat istiadat dan Kearifan local budaya Evav dibawah naungan Larvul Ngabal ( Hukum Adat ) ternama di Nuhu Evav.

Kekesalan seorang Tokoh Masyarakat Adat Kei yang Namanya enggan disebutkan mengatakan bahwa “ Sa Soor Fit Hukum Larvul Ngabal sudah tidak di taati dan dihargai lagi, apalagi Hukum Balwirin.
Sebagai Orang Kei, KOKO EVAV haru memahami sungguh akan Hukum Larvul Ngabal yaitu,
UUD Entauk Tavunad
Lelad fo Mahiling
Laar Nakmot ivud
Ulnit envil atumud
Rek fo Kelmutun
Moryain fo mahiling
Hera ni fo I ni, Itdid entub fo itdid
Terkait dengan nama atau inisial Korban dan Pelaku akan disampaikan pada berita selanjutnya.

Kapolres Maluku Tenggara berharap agar masyarakat tetap menjaga kamtibmas di lingkungan dan tempat masing – masing sedangkan kasus penganiayaan ini sudah ditangani Kapolres Maluku Tenggara beserta Jajarannya, dan Pihaknya menyatakan akan segera mengusut tuntas tanpa keberpihakan sedikitpun, tutup Kapolres Malra.

Pewarta : TC//team-NS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here